Sunda Manda
A.
Pendahuluan
Sunda manda atau
juga disebut éngklék, téklék, ingkling, sunda manda / sundah-mandah, jlong jling, lempeng, dende atau dampu adalah
permainan anak tradisional yang populer di Indonesia,
khususnya di masyarakat pedesaan.
Permainan
ini dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, baik di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan,
dan Sulawesi.
Di setiap daerahnya dikenal dengan nama yang berbeda. Terdapat dugaan bahwa
nama permainan ini berasal dari "zondag-maandag"
yang berasal dari Belanda dan menyebar ke nusantara pada
zaman kolonial, walaupun dugaan tersebut adalah pendapat sementara. Permainan Sunda
manda biasanya dimainkan oleh anak-anak, dengan dua sampai lima orang peserta.
Di Jawa, permainan ini disebut engklek dan
biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan.
Permainan yang serupa dengan peraturan berbeda di Britania Raya disebut
dengan hopscotch.
Permainan hopscotch tersebut
diduga sangat tua dan dimulai dari zaman Kekaisaran
Romawi
B.
Pembahasan
1. Permainan
Tradisional Sunda Manda
Jika
dilihat dari akar katanya, permainan tradisional tidak lain adalah kegiatan
yang diatur oleh suatu peraturan permainan yang merupakan pewarisan dari
generasi terdahulu yang dilakukan manusia (anak-anak) dengan tujuan mendapat
kegembiraan (Achroni, 2012:45).
Permaianan
tradisional lebih kepada mengadopsi kebudayaan di daerah di mana ia berada.
Aturan dan konsep permainan pada permainan tradisional ditentukan dengan konsep
yang tradisional pula sehingga permainan ini disebut juga dengan permainan
rakyat.
Permainan
sunda manda merupakan permaianan anak tradisional yang sanat popular.
Permainaan ni dapat di temukan di berbagai wilayah di Indonesia. Disetiap
wilayah, permainan ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda, antara lain
engklek, ingkling, sunda mandasundah-mandah, jlong jling, lempeng, ciplak
gunung, demprak dampu, dan masih banyak lagi namun bentuk permaiannya sama.
(Achroni, 2016:51)
2. Cara
Bermain
Engklek atau sunda manda ini dimainkan oleh
anak laki-laki dan perempuan. Bisa dimainkan oleh 2 orang sampai 5 orang.
Adapun cara memainkannya dengan menggambar kotak-kotak pada halaman atau latar.
Buatlah 9 kotak yang terdiri atas 3 kota vertikal dan disambungkan dengan 3
buah kotak horizontal. Lalu ditambah lagi dengan adanya satu kotak berada
diatas dan 2 kotak horizontal lagi pada bagian bawahnya.
Peserta
permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah
digambar sebelumnya di tanah. Untuk dapat bermain, setiap anak harus
berbekal gacuk atau gancoan yang
biasanya berupa sebentuk pecahan genting ataupun keramik yang juga
disebut kreweng, kreweng ini ditempatkan di salah
satu petak yang tergambar di tanah dengan cara dilempar, petak yang ada
gacuknya tidak boleh diinjak atau ditempati oleh setiap pemain, jadi para
pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi
petak-petak yang ada.
Pemain
yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu, berhak memilih sebuah
petak untuk dijadikan "sawah" mereka, yang artinya di petak tersebut
pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak itu dengan kedua kaki, sementara
pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki
kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.
Berikut
adalah cara bermain Sunda Manda Gunung
a.
Pertama kali yang harus dilakukan sebelum melakukan
permainan engklek adalah menggambar bidang engklek terlebih dahulu.
b.
Kemudian pemain harus melakukan hompimpah untuk menentukan
urutan siapa yang jalan terlebih dahulu. Hompimpah disini harus ditentukan yang
berbeda pertama jalan pertama atau jalan terakhir. Tapi biasanya dalam hompimpa
yang paling berbeda jalan terlebih dahulu begitu seterusnya. Hal ini dilakukan
jika pemain lebih dari dua orang. Jika dua orang dilakukan suit.
c.
Untuk dapat bermain, setiap anak harus mempunyai kereweng
/ gacuk / buah / yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, ataupun
batu yang datar
d.
Para pemain harus melompat dengan menggunakan satu kaki di
setiap kotak-kotak / petak-petak yang telah digambarkan sebelumnya di tanah.
e.
Kereweng/gacuk dilempar ke salah satu petak yang tergambar
di tanah, petak dengan gacuk yang sudah berada diatasnya tidak boleh diinjak/ditempati
oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan
satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.
f.
Pemain tidak diperbolehkan untuk melemparkan
kereweng/gacuk hingga melebihi kotak atau petak yang
telah disediakan. Jika ada pemain yang melakukan kesalahan tersebut maka pemain
tersebut akan dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain selanjutnya.
g.
Pemain yang menyelesaikan satu putaran sampai di puncak
gunung, mengambil kereweng /gajuk dengan membelakangi gunung dan menutup mata,
tidak boleh menyentuh garis juga. Apabila pemain tersebut menyentuh garis/
terjatuh saat mengambil kerewengnya maka dia mati dan digantikan pemain
selanjutnya.
h.
Apabila pemain berhasil mengambil gajuk di gunung, maka
dia harus melemparkannya keluar dari bidang engklek. Kemudian pemain tersebut
engklek sesuai dengan kotak dan diakhiri dengan berpijak pada gajuk/kereweng
yang dilemparkan tadi.
i.
Selanjutnya apabila berhasil pemain lanjut ke tahap
mencari sawah dengan cara, menjagling kereweng/gajuk dengan telapak tangan
bolak-balik sebanyak 5 kali tanpa terjatuh. Hal ini dilakukan dalam posisi
berjongkok membelakangi bidang engklek dan berada di tempat jatuhnya kereweng
yang tadi di lempar. Setelah berhasil menjagling sebanyak 5 kali pemain masih
dalam posisi yang sama melemparkan ke bidang engklek, apabila tepat pada salah
satu bidang engklek maka bidang tersebut menjadi sawah pemain. Dan apabila
gagal pemain mengulangi kembali dari gunung.
j.
Pemain yang memiliki sawah paling banyak adalah
pemenangnya.
3. Manfaat
Permainan
Berikut ini merupakan
manfaat dari permainan sunda manda .
a. Memberikan
kegembiraan pada anak
b. Menyehatkan
fisik anak. Sebab, permainana ini dimainkan dengan banyak bergerak yaitu
melompat.
c. Melatih
keseimbangan tubuh anak dikarenakan permainan ini dimainkan dengan melompat
menggunakan satu kaki.
d. Mengajarkan
kedisiplinan untuk mematuhi aturan main.
e. Mengembangkan
kemampuan bersosialisasi anak karena dimainkan secara bersama-sama.
f. Mengembangkan
kecerdasan logika anak, yaitu melatih anak untuk berhitung dan menentukan
langkah-langkah yang harus dilewatinya. (Achroni, 2012:53).
4. Nilai
Pendidikan
Permainan
tradisional engklek sebenarnya juga memiliki makna filosofis ataupun makna
pendidikan di dalamnya. Permainan tradisional engklek atau sunda manda bisa
diartikan sebagai symbol dari usaha manusia untuk membangun tempat tinggalnya
atau rumahnya. Selain itu permainan tradisional engklek atau sunda manda juga
memiliki filosofi sebagai usaha manusia untuk mencapai kekuasaan.
Namun
dalam pencapaian usaha itu tentu saja manusia tidak bisa sembarangan dengan
menabrak semua tata aturan yang berlaku. Namun selalu tetap berusaha selaras
dengan aturan yang telah dibuat.
C.
Kesimpulan
Pada era modern
ini banyak permainan tradisional yang hilang seiring bertambahnya waktu, hal
ini disebabkan kurangnya antusias dari anak dan dari kalangan pendidik yang
tidak mengenalkan permainan tradisional. Banyak anak memilih mending memainkan
permainan modern ataupun online. Permainan tradisional engklek sebenarnya juga
memiliki makna filosofis ataupun makna pendidikan di dalamnya. Permainan
tradisional engklek atau sunda manda bisa diartikan sebagai symbol dari usaha
manusia untuk membangun tempat tinggalnya atau rumahnya. Selain itu permainan
tradisional engklek atau sunda manda juga memiliki filosofi sebagai usaha
manusia untuk mencapai kekuasaan.
Daftar
Pustaka
Achroni, Keen. 2012.
Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Tradisional. Yogyakarta:
Javalitera
Faruq,
M.M, 60 Permainan Kecerdasan Kinetis".
Jakarta:Grasindo.
http://www.anakbawangsolo.org/2013/07/pengertian-dan-sejarah-engklek-sunda.html
No comments:
Post a Comment