Wednesday, May 2, 2018

Permainan Tradisional


Sunda Manda
A.    Pendahuluan
Sunda manda atau juga disebut éngklék, téklék, ingkling, sunda manda / sundah-mandah, jlong jling, lempeng, dende atau dampu adalah permainan anak tradisional yang populer di Indonesia, khususnya di masyarakat pedesaan.
Permainan ini dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, baik di SumatraJawaBaliKalimantan, dan Sulawesi. Di setiap daerahnya dikenal dengan nama yang berbeda. Terdapat dugaan bahwa nama permainan ini berasal dari "zondag-maandag" yang berasal dari Belanda dan menyebar ke nusantara pada zaman kolonial, walaupun dugaan tersebut adalah pendapat sementara. Permainan Sunda manda biasanya dimainkan oleh anak-anak, dengan dua sampai lima orang peserta. Di Jawa, permainan ini disebut engklek dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan yang serupa dengan peraturan berbeda di Britania Raya disebut dengan hopscotch. Permainan hopscotch tersebut diduga sangat tua dan dimulai dari zaman Kekaisaran Romawi

B.     Pembahasan
1.      Permainan Tradisional Sunda Manda
Jika dilihat dari akar katanya, permainan tradisional tidak lain adalah kegiatan yang diatur oleh suatu peraturan permainan yang merupakan pewarisan dari generasi terdahulu yang dilakukan manusia (anak-anak) dengan tujuan mendapat kegembiraan (Achroni, 2012:45).
Permaianan tradisional lebih kepada mengadopsi kebudayaan di daerah di mana ia berada. Aturan dan konsep permainan pada permainan tradisional ditentukan dengan konsep yang tradisional pula sehingga permainan ini disebut juga dengan permainan rakyat.
Permainan sunda manda merupakan permaianan anak tradisional yang sanat popular. Permainaan ni dapat di temukan di berbagai wilayah di Indonesia. Disetiap wilayah, permainan ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda, antara lain engklek, ingkling, sunda mandasundah-mandah, jlong jling, lempeng, ciplak gunung, demprak dampu, dan masih banyak lagi namun bentuk permaiannya sama. (Achroni, 2016:51)

2.      Cara Bermain
Engklek atau sunda manda ini dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan. Bisa dimainkan oleh 2 orang sampai 5 orang. Adapun cara memainkannya dengan menggambar kotak-kotak pada halaman atau latar. Buatlah 9 kotak yang terdiri atas 3 kota vertikal dan disambungkan dengan 3 buah kotak horizontal. Lalu ditambah lagi dengan adanya satu kotak berada diatas dan 2 kotak horizontal lagi pada bagian bawahnya.
Peserta permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya di tanah. Untuk dapat bermain, setiap anak harus berbekal gacuk atau gancoan yang biasanya berupa sebentuk pecahan genting ataupun keramik yang juga disebut krewengkreweng ini ditempatkan di salah satu petak yang tergambar di tanah dengan cara dilempar, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak atau ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.
Pemain yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu, berhak memilih sebuah petak untuk dijadikan "sawah" mereka, yang artinya di petak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak itu dengan kedua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.
Berikut adalah cara bermain Sunda Manda Gunung
a.       Pertama kali yang harus dilakukan sebelum melakukan permainan engklek adalah menggambar bidang engklek terlebih dahulu.
b.      Kemudian pemain harus melakukan hompimpah untuk menentukan urutan siapa yang jalan terlebih dahulu. Hompimpah disini harus ditentukan yang berbeda pertama jalan pertama atau jalan terakhir. Tapi biasanya dalam hompimpa yang paling berbeda jalan terlebih dahulu begitu seterusnya. Hal ini dilakukan jika pemain lebih dari dua orang. Jika dua orang dilakukan suit.
c.       Untuk dapat bermain, setiap anak harus mempunyai kereweng / gacuk / buah / yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, ataupun batu yang datar
d.      Para pemain harus melompat dengan menggunakan satu kaki di setiap kotak-kotak / petak-petak yang telah digambarkan sebelumnya di tanah.
e.       Kereweng/gacuk dilempar ke salah satu petak yang tergambar di tanah, petak dengan gacuk yang sudah berada diatasnya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.
f.       Pemain tidak diperbolehkan untuk melemparkan kereweng/gacuk  hingga melebihi kotak  atau petak yang telah disediakan. Jika ada pemain yang melakukan kesalahan tersebut maka pemain tersebut akan dinyatakan gugur dan diganti dengan pemain selanjutnya.
g.       Pemain yang menyelesaikan satu putaran sampai di puncak gunung, mengambil kereweng /gajuk dengan membelakangi gunung dan menutup mata, tidak boleh menyentuh garis juga. Apabila pemain tersebut menyentuh garis/ terjatuh saat mengambil kerewengnya maka dia mati dan digantikan pemain selanjutnya.
h.      Apabila pemain berhasil mengambil gajuk di gunung, maka dia harus melemparkannya keluar dari bidang engklek. Kemudian pemain tersebut engklek sesuai dengan kotak dan diakhiri dengan berpijak pada gajuk/kereweng yang dilemparkan tadi.
i.        Selanjutnya apabila berhasil pemain lanjut ke tahap mencari sawah dengan cara, menjagling kereweng/gajuk dengan telapak tangan bolak-balik sebanyak 5 kali tanpa terjatuh. Hal ini dilakukan dalam posisi berjongkok membelakangi bidang engklek dan berada di tempat jatuhnya kereweng yang tadi di lempar. Setelah berhasil menjagling sebanyak 5 kali pemain masih dalam posisi yang sama melemparkan ke bidang engklek, apabila tepat pada salah satu bidang engklek maka bidang tersebut menjadi sawah pemain. Dan apabila gagal pemain mengulangi kembali dari gunung.
j.        Pemain yang memiliki sawah paling banyak adalah pemenangnya.
3.      Manfaat Permainan
Berikut ini merupakan manfaat dari permainan sunda manda .
a.       Memberikan kegembiraan pada anak
b.      Menyehatkan fisik anak. Sebab, permainana ini dimainkan dengan banyak bergerak yaitu melompat.
c.       Melatih keseimbangan tubuh anak dikarenakan permainan ini dimainkan dengan melompat menggunakan satu kaki.
d.      Mengajarkan kedisiplinan untuk mematuhi aturan main.
e.       Mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak karena dimainkan secara bersama-sama.
f.       Mengembangkan kecerdasan logika anak, yaitu melatih anak untuk berhitung dan menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya. (Achroni, 2012:53).
4.      Nilai Pendidikan
Permainan tradisional engklek sebenarnya juga memiliki makna filosofis ataupun makna pendidikan di dalamnya. Permainan tradisional engklek atau sunda manda bisa diartikan sebagai symbol dari usaha manusia untuk membangun tempat tinggalnya atau rumahnya. Selain itu permainan tradisional engklek atau sunda manda juga memiliki filosofi sebagai usaha manusia untuk mencapai kekuasaan.
Namun dalam pencapaian usaha itu tentu saja manusia tidak bisa sembarangan dengan menabrak semua tata aturan yang berlaku. Namun selalu tetap berusaha selaras dengan aturan yang telah dibuat.

C.     Kesimpulan
Pada era modern ini banyak permainan tradisional yang hilang seiring bertambahnya waktu, hal ini disebabkan kurangnya antusias dari anak dan dari kalangan pendidik yang tidak mengenalkan permainan tradisional. Banyak anak memilih mending memainkan permainan modern ataupun online. Permainan tradisional engklek sebenarnya juga memiliki makna filosofis ataupun makna pendidikan di dalamnya. Permainan tradisional engklek atau sunda manda bisa diartikan sebagai symbol dari usaha manusia untuk membangun tempat tinggalnya atau rumahnya. Selain itu permainan tradisional engklek atau sunda manda juga memiliki filosofi sebagai usaha manusia untuk mencapai kekuasaan.


Daftar Pustaka
Achroni, Keen. 2012. Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Tradisional. Yogyakarta: Javalitera
http://www.anakbawangsolo.org/2013/07/pengertian-dan-sejarah-engklek-sunda.html

No comments:

Post a Comment